Table of Contents
Intro
Sebetulnya sudah lama ingin buat postingan terkait proses install Apache, MariaDB, PHP dan phpMyAdmin di Rocky Linux berdasarkan apa yang menjadi standard bagi saya sendiri. Memang, saya pernah buat postingan mengenai LAMP stack di CentOS 7 Tips and Trick, tapi saya kurang puas karena bukanlah dari pengalaman sendiri. Dan yang lebih gak nyamannya lagi, kebanyakan tutorial mengenai install Apache, MariaDB, PHP dan phpMyAdmin di Rocky Linux rata² malah di disabled SELinux nya, ampun dah, buat apa pakai turunan dari Red Hat kalau SELinux nya harus di disabled atau dibuat permisive.
Selain SELinux di disabled pada kebanyakan tutorial, ada yang bikin kurang nyaman juga, yaitu pas mau install PHP. Banyak yang pakai repository remi. Bukannya apa² sih, saya ini penganut minimalis, xixixi. Sama kaya pakai WordPress pun senangnya gak mau banyak plugins. Untuk apa pakai repository remi kalau dari developernya aja sudah menggunakan PHP versi terbaru. OK, lanjut aja kita ke tutorialnya aja yah, hehehe.
Oh iya, ini tuh sebetulnya serial dari Rocky Linux, sebelumnya sudah dibahas mengenai cara install Rocky Linux dan Setelah Install Rocky Linux, Terus Ngapain?.
Install Apache
sudo dnf install httpdSetelah itu Kita jalankan dan aktifkan servicenya agar berjalan otomatis saat booting.
sudo systemctl enable --now httpdKarena kita install Apache, artinya kita sejatinya mau mengaktifkan fungsi dari http dan https. Nah, untuk hal ini bisa kita buka firewallnya bukan menggunakan port, melainkan menggunakan servicenya, yaitu:
sudo firewall-cmd --permanent --zone=public --add-service=httpsudo firewall-cmd --permanent --zone=public --add-service=httpssudo firewall-cmd --reloadSetelah itu bisa di check di browser dengan mengunjungi langsung ke IP server nya. Kalau gak mau cek juga gak papa, dah pasti berhasil, xixixi.

Install MariaDB
Kita langsung aja gunakan perintah dibawah ini untuk menginstall MariaDB:
sudo dnf install mariadb-serverSetelah itu kita jalankan dan aktifkan MariaDB agar bisa jalan otomatis saat booting, dengan perintah:
sudo systemctl enable --now mariadbSetelah itu kita setup MariaDB dengan perintah:
sudo mysql_secure_installationDan ikuti panduan jawabannya seperti berikut:
Untuk Diingat!!!
Jangan sampai lupa passwordnya yah, setelah ini lebih bagus kalau dibuat notenya juga.
NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MariaDB
SERVERS IN PRODUCTION USE! PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!
In order to log into MariaDB to secure it, we'll need the current
password for the root user. If you've just installed MariaDB, and
haven't set the root password yet, you should just press enter here.
Enter current password for root (enter for none): enter aja
OK, successfully used password, moving on...
Setting the root password or using the unix_socket ensures that nobody
can log into the MariaDB root user without the proper authorisation.
You already have your root account protected, so you can safely answer 'n'.
Switch to unix_socket authentication [Y/n] Y
Enabled successfully!
Reloading privilege tables..
... Success!
You already have your root account protected, so you can safely answer 'n'.
Change the root password? [Y/n] Y
New password:
Re-enter new password:
Password updated successfully!
Reloading privilege tables..
... Success!
By default, a MariaDB installation has an anonymous user, allowing anyone
to log into MariaDB without having to have a user account created for
them. This is intended only for testing, and to make the installation
go a bit smoother. You should remove them before moving into a
production environment.
Remove anonymous users? [Y/n] Y
... Success!
Normally, root should only be allowed to connect from 'localhost'. This
ensures that someone cannot guess at the root password from the network.
Disallow root login remotely? [Y/n] Y
... Success!
By default, MariaDB comes with a database named 'test' that anyone can
access. This is also intended only for testing, and should be removed
before moving into a production environment.
Remove test database and access to it? [Y/n] Y
- Dropping test database...
... Success!
- Removing privileges on test database...
... Success!
Reloading the privilege tables will ensure that all changes made so far
will take effect immediately.
Reload privilege tables now? [Y/n] Y
... Success!
Cleaning up...
All done! If you've completed all of the above steps, your MariaDB
installation should now be secure.
Thanks for using MariaDB!Kalau mau test bisa dengan perintah:
mysql -u root -pSetelah masuk ke MariaDB, bisa check version dengan perintah:
select version();Setelah itu untuk keluar ketikkan perintah:
quitInstall PHP
Untuk install PHP, ketikkan perintah:
sudo dnf install php php-{common,gmp,fpm,curl,intl,pdo,mbstring,gd,xml,cli,zip,mysqli}Setelah itu bisa check PHP sudah terinstall atau belum dengan perintah:
php --versionKonfigurasi PHP terletak pada file /etc/php.ini, dan kita akan merubah sedikit konfigurasinya, tetapi sebelum itu, dan disarankan kalau ingin merubah suatu konfigurasi defaultnya untuk membackup terlebih dahulu. Okay, kita backup dulu file /etc/php.ini dengan perintah:
sudo cp /etc/php.ini /etc/php.ini.originalValue² php.ini yang akan kita rubah adalah:
max_execution_time = 300 ➝ line 409
max_execution_time = 300 ➝ line 419
memory_limit = 256M ➝ line 430
post_max_size = 10M ➝ line 703
upload_max_filesize = 10M ➝ line 855
date.timezone = Asia/Jakarta ➝ line 932Untuk merubah konfigurasi php.ini lakukan dengan perintah:
sudo vim /etc/php.iniOkay, untuk mempermudah saat merubah value php.ini yang sudah saya sebutkan diatas, saat berada di Vim, kita perlu menampilkan line number agar kita tinggal scroll aja untuk bagian yang ingin kita rubah, yaitu dengan perintah:
:set numberDan untuk keluar dan save dari value yang sudah kita rubah, ketik perintah:
:xAgar konfigurasi yang sudah kita rubah teraplikasikan oleh Apache, maka kita perlu merestart Apache dengan perintah:
sudo systemctl restart httpd php-fpmDan kalau mau test dengan melihat semua konfigurasi dari PHP, kita bisa melakukannya dengan membuat file dengan ekstensi .php di main directory Apache, yaitu di /var/www/html/. Okay, kita buat dengan menggunakan perintah:
sudo vim /var/www/html/info.phpSetelah berada di Vim, untuk memasukkan atau mengetik tekan i dan jika sudah selesai mengetik tekan esc. Okay, masukkan atau ketikkan script dibawah ini:
Kalau saya sih biasanya setelah selesai mengetik selalu tekan esc agar langsung kembali ke mode view, kenapa? agar tidak terjadi salah ketik atau kepencet tombol keyboard secara tidak sengaja.
Setelah dibuat file info.php kita bisa coba di browser dengan url http://ip-address/info.php. Biasanya sih tampilannya seperti ini:

Install phpMyAdmin
Install phpMyAdmin dengan perintah:
sudo dnf install phpmyadminDan biasanya, setelah install phpMyAdmin kita sudah bisa buka phpMyAdmin di url http://ip-address/phpmyadmin tetapi akan muncul error 403 Forbidden. Untuk memperbaiki error ini kita perlu merubah konfigurasi defaultnya, dan seperti biasa, kita perlu membuat backupnya terlebih dahulu, yaitu dengan perintah:
sudo cp /etc/httpd/conf.d/phpMyAdmin.conf /etc/httpd/conf.d/phpMyAdmin.conf.originalSetelah itu baru kita buat perubahan di phpMyAdmin.conf dengan perintah:
sudo vim /etc/httpd/conf.d/phpMyAdmin.confKita akan menambahkan baris perintah Require all granted di /etc/httpd/conf.d/phpMyAdmin.conf setelah Require local di line 14.

Setelah itu kita restart Apache dengan perintah:
sudo vim systemctl restart httpdSetelah itu silakan akses lewat browser dengan url http://ip-address/phpmyadmin maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini:

Masukkan username dengan root dan password diisi sesuai yang dibuat saat setup mysql_secure_installation.
Setelah masuk ke dalam aplikasi phpMyAdmin, di bagian bawah ada sebuah peringatan dimana kita harus membuat phpMyAdmin configuration storage, tinggal ikuti saja langkahnya yang diminta dengan click link Find out why.

Setelah click link Find out why, akan muncul halaman untuk membuat phpMyAdmin configuration storage. Cukup click create nanti akan menjalan script untuk membuat database dengan nama phpmyadmin.

Dan setelah di refresh page phpMyAdmin maka tidak akan muncul lagi warning untuk membuat configuration storage karena sudah dibuat secara otomatis saat kita click link create.
Maka selesai sudah tutorial install Apache, MariaDB, PHP dan phpMyAdmin di Rocky Linux, karena saat ini kita sudah bisa create, edit, update dan delete database di MariaDB tanpa harus menggunakan command line lagi. Semoga memudahkan dan bermanfaat.








